Sandra Gadis SMU Yang Malang

Oleh wappersejati Pada 25 Oktober 2015 - 02:32

Dengan wajah yang manis, rambut sebahu, kulit putih bersih, mata bening dan ukuran payudara 34B, tak heran Sandra selalu menjadi incaran para lelaki, baik yang sekedar iseng menggoda atau yang serius ingin memacarinya. Tetapi sampai hari ini Sandra belum menjatuhkan pilihannya.
Alasannya cukup klasik, "Maaf ya.., kita temenan aja dulu.., soalnya saya belum berani pacaran.., khan masih kecil, ntar dimarahin ortu kalau ketahuan..." begitu selalu kilahnya kepada setiap lelaki yang mendekatinya.

Begitulah Sandra, gadis manis yang belum terjamah bebasnya pergaulan metropolis seperti Jakarta tempatnya tinggal. Sandra mungkin akan cukup lama bertahan dalam keluguannya kalau saja peristiwa itu tidak terjadi.

Sandra Gadis SMU Yang Malang

Pagi itu selesai menyiapkan diri untuk berangkat, Sandra sedikit tergesa-gesa menjalankan Honda Supra-nya. Tanpa disadarinya dari kejauhan tiga pasang mata mulai mengintainya. Anton (25 tahun) mahasiswa salah satu PTS yang pernah ditolak cintanya oleh Mita, hari itu mengajak dua rekannya (Iwan dan Tejo) yang terkenal bejat untuk memberi pelajaran buat Sandra, karena Anton yang playboy paling pantang untuk ditolak, apalagi oleh gadis ingusan macam Sandra.

Tepat di jalan sempit yang hampir jarang dilewati orang, Anton dan kawan-kawan memalangkan Toyota Land Cruser-nya, karena mereka tahu persis Sandra akan melewati jalan pintas ini menuju sekolahnya. Sedikit kaget melihat mobil menghadang jalannya, Sandra gugup dan terjatuh dari motornya. Anton yang berada di dalam mobil beranjak keluar.
"Hai Mit.., jatuh ya..?" kata Anton dengan santainya.
"Apa-apaan sih kamu..? Mau bunuh aku ya..?" hardik Sandra dengan wajah kesal.
"Nggak.., cuman aku mau kamu jadi pacarku, jangan nolak lagi lho..! Ntar..." kata Anton yang belum sempat menyelesaikan kata-katanya.
"Ntar apa..?" potong Sandra yang masih dengan wajah kesal.
"Ntar gue perkosa lo..!"
"Sialan dasar usil, cepetan minggir aku udah telat nih..!" bentak Sandra.

Air mata di pipinya mulai menetes karena Anton tetap menghalangi jalannya.
"Anton please.., minggir dong..!" pintanya sudah tidak sabaran lagi.
Anton mulai mendekati Sandra yang gemetar tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi bajingan ini. Tiba-tiba dari arah belakang sebuah pukulan telak mendarat di tengkuk Sandra yang membuatnya pingsan seketika. Rupanya Iwan yang sedari tadi bersembunyi di balik pohon bersama delapan orang lainnya sudah tidak sabar lagi.
"Ayo kita angkut dia..!" perintah Anton kepada teman-temannya.

Singkat cerita, Sandra dibawa ke sebuah rumah kosong di pinggir kota. Letak rumah itu menyendiri, jauh dari rumah-rumah yang lainnya, sehingga apapun yang terjadi di dalamnya tidak akan diketahui siapapun.

Sebuah tamparan di pipinya membuat gadis ini mulai siuman. Dengan tatapan nafsu dari dua lelaki yang sama sekali tidak dikenalnya kecuali satu orang, yaitu Anton. Sandra mulai ketakutan memandang sekelilingnya. Apa yang akan terjadi samar-samar mulai terbayang di matanya. Jelas sekali dia akan diperkosa oleh 3 orang. Rupanya mereka sudah tidak sabaran lagi untuk segera memperkosa Sandra. Tangan-tangan mereka mulai merobek-robek pakaian gadis itu dengan sangat kasar tanpa perduli teriakan ampum maupun tangisan Sandra.

Setelah menelanjangi Sandra sehingga Sandra benar-benar bugil. Sekali sentak Iwan menjambak rambut Sandra dan menariknya, sehingga tubuh Sandra yang tekulai di lantai terangkat ke atas dalam posisi berlutut menghadap Iwan.
"An.., lo mau gue apain nih cewek..?" kata Iwan sambil melirik ke arah Anton.
"Terserah deh.., emang gue pikirin..!"
Iwan menatap sebentar ke arah Sandra yang sudah sangat ketakutan, air matanya nampak mengalir dan, "PLAK..!" tamparan Iwan melayang ke pipinya.

Anton dan yang lainnya mulai membuka pakaian masing-masing, sehingga sekejap orang-orang yang berada dalam ruangan itu semuanya telanjang bulat. Sandra yang terduduk di lantai karena dicampakkan Iwan kembali menerima perlakuan serupa dari Anton yang kembali menjambak rambutnya, hanya saja tidak menariknya ke atas, tetapi ke bawah, sehingga sekarang Sandra dalam posisi telentang. Teman-teman Anton memegangi kedua tangan dan kaki Sandra, sedangkan Anton duduk tepat di atas kedua payudara Sandra. Penis Anton yang sudah mengeras dengan panjang 18 cm ditempelkan ke bibir Sandra.

"Ayo isep kontol gue..!" bentak Anton tidak sabaran.
Karena Sandra tidak juga membuka mulutnya, Anton menampar Sandra berkali-kali. Karena tidak tahan, akhirnya mulut mungil Sandra mulai terbuka. Tanpa ampun Anton yang sudah tidak sabaran memasukkan penisnya sampai habis, tonjolan kepala penis Anton nampak di tenggorokan Sandra. Anton mulai memaju-mundurkan penisnya di mulut Sandra selama 5 menit tanpa memberi kesempatan Sandra untuk bernafas. Sandra kesakitan dan mulai kehabisan nafas, Anton bukannya kasihan tetapi malah semakin brutal menancapkan penisnya.

Selang beberapa saat, Anton mengeluarkan penisnya dari mulut Sandra, dan segera diganti oleh Penis Iwan yang panjangnya hampir 20 cm. Tejo yang sedari tadi memegang kaki Sandra mulai menjalankan aksinya. Paha Sandra ditarik ke atas dan mengarahkan penisnya ke vagina Sandra. Penis Tejo yang paling besar di antara kedua rekannya tidak terlalu gampang menembus vagina Sandra yang memang sangat sempit, karena masih perawan. Tetapi Tejo tidak perduli, penisnya terus ditekan ke dalam vagina Sandra dan tidak berapa lama Sandra tampak meringis kesakitan, tetapi tidak mampu bersuara karena mulutnya tersumbat penis Iwan yang dengan kasarnya menembus hingga tenggorokannya.

Tejo memaju-mundurkan penisnya ke dalam vagina Sandra dan nampak darah mulai menetes dari vagina Sandra. Keperawanan Sandra telah dikoyak Tejo. Iwan yang tidak puas akan "pelayanan" Sandra nampak kesal.
"Ayo isep atau gue cekik lo..!" bentaknya ke arah Sandra yang sudah dingin pandangannya.
Sandra yang sudah putus asa hanya dapat menuruti keinginan Iwan. Mulutnya dimaju-mundurkan sambil menghisap penis Iwan.
"Ayo cepat..!" kata Iwan lagi.
Karena dalam posisinya yang telentang, agak sulit bagi Sandra menaik-turunkan kepalanya untuk mengulum penis Iwan, tetapi Iwan rupanya tidak mau perduli. Sandra melingkarkan tangannya ke pinggang Iwan, sehingga dia dapat sedikit mempercepat gerakannya sesuai keinginan Iwan.

Hampir 30 menit berlalu, Iwan hampir ejakulasi, rambut Sandra ditarik ke bawah sehingga wajahnya menengadah ke atas. Iwan mencabut penisnya dari mulut Sandra.
"Buka yang lebar dan keluarin lidah lo..!" bentaknya lagi.
Sandra membuka mulutnya lebar-lebar dan menjulurkan lidahnya keluar. Iwan memasukkan kembali setengah penisnya ke mulut Sandra dan, "Ah.., crot... crot... crot..!" sperma Iwan yang banyak masuk ke mulut Sandra.
"Telan semuanya..!"

Sandra terpaksa menelan semua sperma Iwan yang masuk ke mulutnya, walau sebagian ada yang mengalir di sela-sela bibirnya.

Tejo yang juga hampir ejakulasi mencabut penisnya dari vagina Sandra dan merangkat ke atas dada Sandra dan bersamaan dengan Iwan mencabut penisnya dari mulut Sandra. Tejo memasukkan penisnya ke mulut Sandra sampai habis masuk hingga ke tenggorokan Sandra.
Dan, "Crot.. crot.. crot..!" kali ini sperma Tejo langsung masuk melewati tenggorokan Sandra.
Anton yang sedari tadi menonton perbuatan kedua rekannya melakukan hal serupa yang dilakukan Tejo, hanya saja Anton menyemprotkan spermanya ke dalam vagina Sandra.

Begitulah selanjutnya, masing-masing dari mereka kembali memperkosa Sandra sehingga baik Anton, Tejo dan Iwan dapat merasakan nikmatnya vagina Sandra dan hangatnya kuluman bibir Sandra yang melingkari penis-penis mereka. Mereka benar-benar sudah melampaui batasan keinginan berbalas denadam terhadap Sandra yang tadinya masih polos itu.

Sebelum meninggalkan Sandra sendirian di rumah kosong, mereka sempat membuat photo-photo telanjang Sandra yang dipergunakan untuk mengancam Sandra seandainya buka mulut. Photo-photo tersebut akan disebarkan ke seantero sekolah Sandra jika memang benar-benar Sandra melaporkan hal tersebut ke orang lain.

Hari-hari selanjutnya dengan berbagai ancaman, Sandra terpaksa pasrah diperkosa kembali oleh Anton dan kawan-kawan sampai belasan kali. Dan setiap kali diperkosa, jumlahnya selalu bertambah, hingga terakhir Sandra diperkosa 40 orang, dan dipaksa menelan sperma setiap pemerkosanya. Sungguh malang nasib Sandra.

TAMAT

Sandra Gadis SMU Yang Malang kalau anda suka postingan ini silakan bookmark site ini Ceritamesum.kentu.netjangan lupa dishare juga di twitter dan facebook dengan menekan link dibawah.


Kategori: Cerita Mesum Abg, Cerita Mesum Perkosaan,
Label: sandra gadis smu yang malang

Belum ada komentar